Meninggal Akibat Covid

Korban Meninggal Akibat Covid-19, Simak Protokol Pengurusan Jenazahnya

Info Terkini

Beberapa orang yang telah terdampak virus corona ini ada yang berhasil sembuh dan ada juga yang tidak berhasil sembuh atau meninggal. Bagi yang tidak berhasil tersebut terdapat penanganan jenazahnya agar tidak menulari orang lain yang berada di sekitarnya. Jenazah pasien yang positif virus corona ini akan diurus oleh tim medis dari rumah sakit yang telah ditunjuk resmi oleh pemerintah. Oleh karena itu, berikut akan diulas protokol pengurusannya.

Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Positif Covid-19

1. Pengurusan Jenazah

Pada protokol pengurusan ini sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama. Pengurusan jenazah bagi pasien yang positif virus corona dilakukan oleh petugas kesehatan yang berasal dari pihak rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Mayat pasien positif virus corona tersebut ditutup dengan kain kafan atau bahan dari plastik yang tidak dapat tembus air.

Korban Meninggal Akibat Covid

Atau jenazah tersebut bisa juga ditutup dengan bahan kayu atau bahan lainnya yang tidak mudah tercemar. Kemudian mayat yang sudah terbungkus tersebut tidak boleh dibuka lagi, kecuali dalam keadaan yang mendesak seperti melakukan autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas kesehatan saja. Jenazah tersebut harus segera disemayamkan karena tidak boleh lebih dari empat jam sejak ia tiada.

2. Shalat Jenazah

Tahap selanjutnya adalah dengan melakukan sholat jenazah. Untuk pelaksanaannya, bisa dilakukan di rumah sakit rujukan yang menjadi tempat ia dirawat hingga tiada. Jika tidak bisa di rumah sakit tersebut, maka bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh. Serta masjid dilakukan proses disinfektan setelah melakukan sholat jenazah.

Shalat ini dilakukan segera mungkin dengan mempertimbangkan waktu yang telah ditentukan yaitu tidak boleh lebih dari empat jam. Karena sholat ini berhukum fardhu kiyafah, yang berarti apabila sudah ada orang yang melaksanakan sholat tersebut maka gugurlah kewajibannya bagi orang lain. Oleh sebab itu, sholat jenazah ini dapat dilaksanakan meski hanya ada satu orang saja disana.

3. Penguburan Jenazah

Setelah melakukan sholat jenazah, maka selanjutnya adalah mengkuburkannya. Lokasi untuk penguburan haruslah berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum. Serta harus memiliki jarak setidaknya 500 meter dari permukiman warga setempat yang terdekat. Mayat yang harus dikubur tersebut harus pada kedalaman 1,5 meter. Yang mengubur jenazah tersebut tentunya petugas medis.

Korban Meninggal Akibat Covid Pemakaman Corona

Sedangkan untuk orang-orang sekitar atau keluarga hanya diizinkan untuk melihatnya saja dengan jarak yang jauh. Kemudian setelah dimasukkan ke dalam liang lahat, ditutup dengan tanah setinggi satu meter. Setelah semua prosedur penguburan orang meninggal tersebut telah selesai dilaksanakan dengan baik, maka selanjutnya dari pihak keluarga bisa mengunjungi kuburan tersebut asalkan sebelumnya sudah dibersihkan atau disinfektan agar terbebas dari virus corona.

Meski terasa sangat berbeda jika dibandingkan dalam menangani jenazah yang bukan merupakan pasien virus corona. Namun kita sudah semestinya bisa merelakan kepergian orang-orang yang dinyatakan gugur dalam melawan virus corona satu ini. Serta merelakannya untuk ditangani serta diurus oleh tenaga medis yang bertugas sebagai pihak berwenang yang ditunjuk oleh pemerintahan.

Itulah protokol bagi pasien Covid-19 yang sudah tiada mulai dari pengurusannya di rumah sakit hingga penguburannya. Tata cara tersebut disebutkan dalam Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 serta Surat Edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Diharapkan selanjutnya masyarakat bisa mematuhi segala protokol kesehatan untuk mengurangi pasien positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *