Inilah Dasar-Dasar Teknik Lari Jarak Pendek Agar Kecepatan Lari Maksimal

Uncategorized

Olahraga hukumnya wajib dilakukan untuk segala usia. Dengan berolahraga secara teratur, anda ikut menjaga kesehatan organ tubuh seperti jantung dan paru-paru. Lari merupakan salah satu olahraga yang tidak perlu peralatan mahal. Oleh karena itu, lari termasuk olahraga murah yang diminati. Ada dua jenis lari yaitu lari jarak jauh atau maraton dan lari jarak pendek atau sprint. Jenis lari yang akan dibahas kali ini adalah lari jarak pendek atau lari sprint. Meski jarak pendek, lari jarak pendek membutuhkan teknik khusus supaya kecepatan pelari bisa maksimal. Banyak kejuaraan lari jarak pendek yang digelar mulai dari tingkat nasional sampai internasional. Berikut adalah teknik lari jarak pendek yang benar.
1.Rileks
Agar berlari lebih maksimal, anda harus merilekskan kepala dan leher. Kepala dan leher yang tegang rentan terhadap trauma cidera seperti keseleo atau kram. Supaya rileks, anda bisa melakukan pemanasan di area kepala dan leher seperti gerakan melingkar, patah-patah, atau menengok. Dengan begitu, diharapkan bagian kepala dan leher akan lebih rileks saat berlari.
2.Mengetahui Posisi Siku
Posisi siku harus benar untuk menyeimbangkan badan dan membuat kecepatan lari maksimal. Hendaknya anda menekuk siku hingga ada pada posisi 90 derajat. Setelah itu ketika berlari anda bisa mengayunkannya tapi tetap jaga siku pada posisi 90 derajat.
3.Posisi Bahu
Ketika berlari, bagian bahu harus stabil dan rileks. Bagian tubuh ini juga berfungsi sebagai penentu kecepatan dan pencegahan trauma pada leher. Oleh karena itu, usahakan bagian bahu tidak bergerak-gerak saat berlari. Bagian tubuh yang bergerak saat berlari adalah lengan dan kaki
4.Gerakan Kaki
Banyak pelari yang masih belum tahu bagaimana gerakan kaki yang tepat untuk lari jarak pendek. Gerakan lari yang tepat adalah dengan mengangkat lutut kaki dan meluruskan bagian kaki belakang. Sehingga gerakan yang dihasilkan berirama. Contohnya, angkat lutut kaki kanan dan luruskan bagian kaki kiri ke belakang. Cara ini bisa memberi anda kecepatan lari jarak pendek secara maksimal.
5.Langkah Kaki
Banyak pelari jarak pendek pemula salah menerapkan konsep langkah kaki. Sebagian besar pasti berpikir semakin lebar langkah yang diambil maka semakin cepat pula kecepatan larinya. Nyatanya, konsep tersebut kurang tepat. Jika langkah yang anda ambil semakin lebar maka yang terjadi sebenarnya adalah anda buang-buang tenaga. Tenaga menjadi lebih boros dan memperlambat kecepatan lari. Selain itu, langkah lebar juga rentan cidera sepert terpleset atau keseleo. Sebaiknya, anda mengambil langkah kaki pendek yang disertai kecepatan maksimum. Langkah kaki pendek lebih hemat tenaga dan stabil.
Kelima poin di atas adalah teknik dasar lari jarak pendek. Selain itu, ada beberapa teknik tambahan yang bisa anda lakukan untuk menambah kecepatan lari. Pertama, saat hendak berlari anda sudah pasti mengambil langkah pertama. Lari dimulai dengan peserta yang berada pada posisi berlutut. Untuk mendapat dorongan maksimal, anda bisa mengangkat mata kaki dan lutut sambil mendorong pinggul ke depan. Selain itu, teknik mengayunkan tangan juga berpengaruh pada kecepatan lari. Lakukan gerakan mengayun ke depan dan ke belakang dengan posisi siku 90 derajat. Ayunan kuat mampu menambah kecepatan lari karena juga berpengaruh pada angin. Selain kuat, sebaiknya ayunan anda juga stabil. Teknik lari jarak pendek tersebut bisa anda praktekkan untuk berlatih maupun memperoleh kecepatan maksimal. Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *