Bagaimana Dengan Sistem Pengelolaan Data yang Ada di BRI?

Uncategorized

Di tengah era digitalisasi yang semakin meluas, keberadaan data merupakan salah satu komponen utama yang harus diperhatikan. Sebuah perusahaan yang dapat mengelola data yang mereka miliki dengan baik akan memiliki banyak keunggulan serta memudahkan mereka untuk mengetahui pangsa pasar yang ada. Sehingga, perusahaan tersebut akan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Data yang dihimpun dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu data yang melingkupi data customer, perusahaan, transaksi keuangan, dll. Mengingat pentingnya peran data dalam sebuah perusahaan, akan lebih baik jika sebuah perusahaan bisa mengelola data tersebut dengan baik dan aman.
BRI sebagai salah satu bank nasional besar yang ada di Indonesia juga memiliki banyak data yang dikelola. Proses pengelolaan data yang ada di BRI ini diatur dan dikelola oleh BRI TECH sebagai salah satu komponen khusus yang mengembangkan perangkat dan teknologi mutakhir. Sebagai sebuah bank besar yang menangani ribuan nasabah dengan ribuan transaksi keuangan, BRI tentu tidak bisa terhindarkan dari pengelolaan Big Data. Secara umum, pergerakan yang ada di Big Data sangatlah cepat dengan lingkup data yang sangat luas dan kompleks. Oleh karena itu, pengelolaannya tidak boleh sembarangan. Dalam pengelolaannya, BRI juga merujuk pada klasifikasi Big Data yang disebut dengan 5V yaitu Volume, Velocity, Variety, Veracity, dan Value. Apa yang dimaksud dengan 5V? Berikut ini penjelasan singkatnya.
Secara umum, volume dari Big Data merupakan salah tolak ukur seberapa besar data yang dikelola. Umumnya, sebuah perusahaan besar akan mengelola data mulai dari satuan Terabytes hingga Petabytes. BRI sebagai salah satu bank nasional yang memiliki kantor cabang sangat banyak serta ribuan nasabah telah mengelola data dalam hitungan Petabytes. Hal ini merupakan salah satu tantangan bagi BRI TECH untuk menciptakan sistem kelola yang dapat mengakomodasi semua data tersebut. Klasifikasi yang kedua adalah Velocity yang merujuk pada kecepatan data berubah atau lalu lintas data. Sebuah perusahaan besar termasuk perusahaan perbankan akan mengelola transaksi keuangan harian yang sangat cepat. Hal ini dikarenakan transaksi harian tersebut terus dilakukan tanpa henti. Begitu juga dengan apa yang terjadi pada BRI. Bank nasional ini memiliki kecepatan data sebesar 70 TB.
Selain itu, Variety juga merupakan salah satu klasifikasi dari Big Data yang merujuk pada format data yang dimiliki. Format data tersebut bisa berupa data yang terstruktur dan data yang tidak terstruktur. Selain itu, format file yang ada di data juga berbeda yaitu teks, video, audio, bahkan email juga termasuk dalam Variety. Klasifikasi lain dari 5V Big Data adalah Veracity atau kebenaran. Hal ini merujuk pada validitas yang dimiliki oleh data tersebut. Sebuah perusahaan harus berusaha untuk mencocokkan dan mengelola data yang benar sehingga sesuai dengan standar validitas perusahaan. BRI sebagai sebuah bank nasional juga melakukan proses verifikasi dan validasi data agar data yang mereka miliki sesuai dengan keadaan aslinya serta dapat terstruktur dengan baik dalam sistem yang mereka miliki. Selain itu, klasifikasi lain dari Big Data adalah Value atau nilai yang dimiliki oleh Big Data dan keuntungannya bagi perusahaan. BRI sebagai bank nasional mengelola Big Data yang mereka miliki untuk dapat mengembangkan produk yang sesuai dengan pangsa pasar terkini dan perilaku nasabah serta mendeteksi beberapa kejahatan atau penipuan (fraud) demi menjaga bank untuk dari kerugian yang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *