Gulung Tiker di Tengah Pandemi startup bangkrut

5 Bisnis Yang Terpaksa Gulung Tiker di Tengah Cobaan Covid 19

Info Terkini

Adanya wabah virus corona memberikan dampak yang cukup luas dalam berbagai hal, termasuk sektor bisnis. Bisa dipastikan jika adanya virus pandemi ini memukul rata semua bisnis termasuk yang ada di Wuhan, China. Banyak sekali bisnis yang terpaksa harus gulung tiker ketika wabah Covid 19 semakin meluas. Terdapat beberapa bisnis yang mulai meredup karena adanya wabah corona ini. Berikut ulasan selengkapnya.

Sektor Bisnis yang Mulai Meredup Karena Wabah Pandemi

1 Money Changer

Bisnis money changer atau penukaran uang sedang sepi di masa pandemi seperti sekarang ini. Hal ini karena perjalanan antar negara yang dibatasi akibat lockdown yang dilakukan oleh beberapa negara. Sehingga banyak orang yang tidak memerlukan penukaran uang. Misalnya di Bali yang mulai sepi turis sehingga pendapatan para pengusaha menjadi anjlok atau bahkan nol. Hal ini disebabkan karena tidak ada lagi turis yang menukarkan uang ketika berlibur di Bali.

Gulung Tiker di Tengah covid Dampak Positif E-Commerce

2. Film dan Produksi TV

Tak dapat dipungkiri jika industri film dan produksi TV adalah salah satu sektor yang paling terdampak karena Covid 19. Pasalnya para pemain harus melakukan lockdown untuk bisa memutus rantai penyebaran virus corona. Hal ini menyebabkan banyak sekali program TV atau film yang terpaksa berhenti. Tentunya pemberhentian industri film ini akan berdampak pada kerugian produksi yang sudah dikeluarkan.

Beberapa film yang sudah siap tayang di bioskop pun harus ditunda sementara waktu. Tidak tanggung tanggung kerugian karena adanya pandemi ini mencapai angka hingga 5 miliar dolar AS. Oleh karenanya tak jarang ditemui jika film film yang sempat tertunda ini dialihkan ke layanan digital ataupun streaming berbayar. Sehingga bisa tetap menguntungkan produksi pembuatan film dan program TV.

3. Bidang Properti

Sektor yang harus gulung tiker karena masa pandemi adalah properti. Sektor ini cukup diakui sudah sangat lesu karena pendapatan masyarakat yang ikut menurun. Sehingga banyak orang yang berpikir kembali untuk membeli sebuah properti. Tak jarang juga jika industri ini harus terpaksa tutup hingga perekonomian semakin stabil. Namun banyak juga industri yang tetap berdiri meskipun di tengah peliknya masa pandemi seperti sekarang ini.

4. Hotel

Karena adanya wabah pandemi, banyak sekali hotel yang terpaksa ditutup karena tidak ada tamu yang menginap. Berdasarkan data pada bulan April lalu, jumlah hotel yang tutup sementara karena covid 19 sudah mencapai angka 1.500 di seluruh Indonesia. Kendati demikian, sektor hotel ini tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat seperti meluncurkan paket work from home ataupun hotel food delivery.

Gulung Tiker di Tengah covid

Meskipun begitu, pemulihan sektor pariwisata membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga ekonomi dalam bidang perhotelan akan membutuhkan waktu pulih yang tidak sebentar. Karenanya akan berdampak pada hotel yang harus menutup layanan untuk menerima tamu untuk menginap. Diperkirakan sektor perhotelan akan kembali pulih sekitar 10 bulan kedepan.

5. Transportasi

Dampak yang turut dirasakan di tengah tengah pandemi adalah transportasi. Tidak hanya transportasi udara, bahkan gojek pun juga sepi penumpang karena adanya Covid 19 yang mulai menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Ini tentu membuat sulit perekonomian masyarakat untuk menyambung hidup. Meskipun demikian, namun tetap ada layanan yang diberikan seperti pengiriman makanan atau food delivery.

Tak bisa dipungkiri jika adanya pandemi ini mampu memukul rata semua elemen dan sektor bisnis di Indonesia. Perekonomian kian melesu membuktikan jika dampak covid 19 tidaklah main main. Meskipun banyak sektor yang bangkrut, namun mereka tetap memberikan alternatif pelayanan yang maksimal lainnya. Seperti layanan antar makanan ataupun layanan streaming yang dilakukan oleh industri film.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *